Ekonomi Indonesia diprediksi akan menuju resesi karena COVID-19. Banyak perusahaan yang memecat karyawannya. Ada juga yang memilih perang harga untuk bertahan, karena penjualan berkurang drastis.

Sekarang ini saat yang menantang bagi semua. Termasuk bagi entrepreneur yang ingin membangun bisnis yang dapat bertahan lama. Banyak yang melakukan aksi perang harga untuk mendapatkan perhatian pembeli.

Ketika yang lain perang harga, Anda sebaiknya jangan ikutan. Anda tidak perlu melakukan praktik perang harga untuk bersaing. Entrepreneur sejati tidak bermain di ranah harga, tapi di value. Ini maksudnya…

Dalam buku Business Model Canvas (kitabnya para pebisnis), “murah” itu bukan value proposition. Jadi menurunkan harga itu tidak masuk akal.

Tahukah Anda bahwa belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa promo itu akan menaikkan demand setelah masa promo selesai? Sebuah penelitian di Inggris menggunakan perusahaan taksi untuk membandingkan jumlah pesanan sebelum, saat, dan setelah promo. Permintaan meningkat saat promo tapi turun lagi setelahnya ke tingkat yang sama seperti sebelum promo.

Selain itu, akan selalu ada yang berani menurunkan harga di bawah Anda, bahkan sampai rugi. Biarkan saja, Anda gak akan bisa menang. Kalau Anda menang pun, Anda sebenarnya kalah. Customer Anda juga kalah karena kualitas bisnis Anda menurun. Intinya, gak ada yang menang di perang harga.

Terus, kenapa perangnya di value?

Banyak bisnis yang 80% omzetnya berasal dari 20% basis pelanggan. Bisa dibilang, yang 20% ini adalah pelanggan sejati. Coba cek dengan bisnis Anda sendiri. Pandangan Anda jangan teralihkan oleh pesaing dari 20% ini.

Ada juga yang nantang balik “Ini bisnis saya sendiri, terserah saya dong mau jual berapa, ambil untung berapa!” Betul, sih. Tapi Anda juga membunuh bisnis orang lain. Kenapa? Karena Anda merusak pasar, yang mana secara tidak langsung Anda ikutan rugi.

Ini yang bisa Anda lakukan sekarang juga:

  • Fokus pada bisnis Anda: strategi harga yang Anda lakukan gak membuat kompetitor Anda menyamakan harga. Anda gak bisa mengendalikan mereka, tapi bisnis sendiri. Yang bisa Anda lakukan adalah meningkatkan pelayanan, menambah value, dan membangun brand.
  • Branding: branding yang baik mengijinkan Anda menaikkan harga. Orang yang punya duit dan berani membayar lebih untuk value yang lebih itu lebih banyak dari yang Anda kira, loh. Jadi pasarnya tetap ada. Brand adalah tentang ekspektasi mereka terhadap bisnis Anda. Cara yang paling efektif adalah menggunakan cerita yang sesuai dengan value bisnis Anda
  • Customer loyalty: lebih mudah dan murah menjual kepada mereka yang sudah menjadi pelanggan Anda daripada yang belum. Ini satu alasan tambahan lagi untuk memperhatikan basis pelanggan Anda yang sudah ada. Loyalitas pelanggan harus jadi yang nomor satu. Tambahkan layanan konsultasi, customer service yang gesit, loyalty program, atau lainnya yang dapat memecahkan masalah yang dimiliki pelanggan. Dengan begitu, mereka akan lebih percaya kepada bisnis Anda dan tidak akan berpindah ke bisnis lain yang menawarkan lebih murah.

Ketika yang lain turun harga, jangan latah. Ini saatnya memperkuat value dari penawaran Anda dan komunikasikan itu. Buktikan bahwa hanya bisnis Anda yang bisa menyelesaikan masalah dan memuaskan mereka.

Baca Juga: 5 Strategi Supaya Jualan Dikejar Pembeli

Ingat kembali kenapa Anda memilih menjadi seorang entrepreneur, bukan pedagang. Mindset ini lah yang membedakan keduanya.

Bagaimana kondisi bisnis Anda saat ini? Apakah Anda juga terjebak di dalam perang harga? Anda bisa menceritakannya kepada kami dan kami akan membantu Anda menemukan solusinya. Silakan klik whatsapp dibawah untuk berkonsultasi secara gratis.