Rasanya sulit banget ya me-nonaktifkan pikiran negatif yang selalu muncul, apapun yang sedang dilakukan. Takut ini, takut itu. Bahkan ketika Anda tahu bahwa ketakutan itu gak logis, tetap selalu muncul di pikiran. Gimana sih sebenernya mekanisme pikiran ini bekerja?

Kebiasaan ini sudah pasti mengganggu produktivitas dan melelahkan mental. Bayangkan hanya dengan satu buah pikiran, hal yang sangat penting dan berpengaruh positif pada hidup bisa batal seketika.

Betul, ada saat di mana kewaspadaan itu menolong Anda. Tapi ketika itu bukannya menolong tapi mengganggu, berarti ada yang salah. Maksudnya adalah pemikiran negatif itu gak buruk, selama gak jadi kebiasaan.

Contohnya nih:

  • “Waduh! Kalau proyek ini gagal, bagaimana nih?”: Ujung-ujungnya Anda menghabiskan waktu untuk mengantisipasi kegagalan tapi lupa mempersiapkan apa yang dibutuhkan agar berhasil. Kalau seperti itu, bagaimana caranya bisa berhasil?
  • “Kalau nih orang gue baikin, paling juga dilupain. Gak ada balas budi.”: Kalau semua orang berpikir sinis kepada semua orang, habislah masa depan anak Anda.

Coba ubah mekanisme pikiran dengan pertanyaan menjadi: “Bagaimana kalau semuanya berjalan luar biasa baik?” Anda akan menyadari pergeseran cara pandang yang lebih baik, dan Anda akan merasakan energi baru. Dengan itu, Anda dapat melaksanakan pekerjaan dengan lebih baik karena sekarang tujuan Anda adalah untuk menang, bukan sekadar tidak kalah.

Walaupun ternyata hasilnya tidak sesuai harapan, setidaknya Anda bahagia dan tahu bahwa Anda sudah memberikan yang terbaik.

Otak manusia sulit membedakan mana yang benar dan tidak benar. Jika yang di dalam pikiran sering negatif, maka hasil pemikirannya juga negatif. Kalau positif, Anda dapat melihat dunia secara kreatif dan menyenangkan. Itulah pentingnya mekanisme pikiran.

Selain itu, berpikir positif bisa dilatih. Semakin sering otot positif Anda dipakai, semakin kuat. Dengan begitu, baru Anda bisa menjadi versi terbaik diri Anda.

Alasan untuk berpikir positif bukan karena harapan kita pasti menjadi kenyataan, tapi pemikiran positif merupakan kondisi terbaik untuk pikiran sebelum berusaha dalam bidang apapun.

“Harapkan yang terbaik, persiapkan yang terburuk”. Bukan “harapkan yang terburuk, persiapkan yang terburuk”. Apalagi hanya harapan terburuk tanpa persiapan apa-apa… Bah, kocak!

Terkadang, pemicu pikiran negatif bukan semata-mata dari diri sendiri, tapi juga dari orang-orang sekitar Anda. Untuk mengetahui lebih lanjut, kami pernah mengulasnya. Jika Anda ingin segera lepas dari orang-orang yang negatif dari hidup Anda, kami dapat memberikan konsultasi gratis untuk Anda. Tekan tombol WA di bawah. Privasi dijamin aman.

.