Semua orang pasti pernah merasakan emosi. Emosi sendiri sebenarnya memiliki makna yang cukup luas. Bukan hanya marah, emosi juga merujuk pada perasaan sedih dan senang yang menjadi reaksi seseorang terhadap suatu hal. Akan tetapi masyarakat yang cenderung menganggap bahwa kata emosi merujuk pada ungkapan kemarahan, maka makna emosi pun kini bisa ditujukan pada hal tersebut. Emosi yang tidak terkontrol dapat memicu kegagalan.

Marah atau yang biasa disebut emosi ini merupakan reaksi yang muncul saat seseorang menolak suatu keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan atau diharapkannya. Meski merupakan sifat yang naluriah, namun jika emosi ini menguasai diri Anda, maka dampak buruk yang ditimbulkannya bisa jadi sangat serius. Misalnya saja dalam hubungan asmara, emosi bisa menyebabkan putusnya hubungan pasangan, pertengkaran pada hubungan persahabatan, serta merusak hubungan harmonis dengan mitra bisnis. Jadi pada saat Anda merasa emosi, yang perlu Anda lakukan adalah mencoba untuk mengontrolnya agar tidak meluap-luap dan menimbulkan masalah baru yang lebih buruk. Emosi juga dapat memicu kegagalan.

 

1. Emosi Sulit Dikendalikan

Mungkin selama ini Anda selalu merasa mampu mengendalikan setiap keadaan yang melibatkan diri Anda sendiri. Namun kenyataannya ada suatu kondisi di mana Anda bahkan tidak bisa memikirkan cara untuk mengendalikannya. Oleh sebab itu, jika Anda tidak bisa berkompromi dengan kondisi terburuknya, maka sebisa mungkin Anda harus menghindarinya. Misalnya saat Anda mulai merasa emosi, tindakan yang paling tepat untuk Anda ambil adalah diam.

Memang dalam keadaan emosi, Anda akan merasa sangat ingin mengucapkan atau bertindak sesuatu untuk meluapkannya. Padahal sebaliknya, Anda harus lebih berhati-hati karena kerap kali ucapan ataupun tindakan yang dilakukan saat sedang emosi akan membawa situasi menjadi lebih buruk. Bisa saja bahasa ataupun nada bicara Anda malah menyakiti orang lain atau tindakan Anda membuat orang lain ikut emosi dan kesal pada Anda. Saat emosi Anda melibatkan orang lain, hal tersebut tentu bisa merenggangkan hubungan ataupun menimbulkan konflik baru yang sebenarnya tidak perlu dan hanya akan merugikan diri Anda sendiri yang memperparah keadaan.

Saat emosi juga, sangat disarankan untuk tidak membuat keputusan apapun. Pikiran seseorang sedang sangat kacau dalam kondisi tersebut sehingga membuatnya tidak bisa berpikir jernih. Membuat keputusan di saat-saat tersebut hanya akan merugikan, contohnya salah dalam bergaul karena emosi saat dikucilkan ataupun salah memilih rekan bisnis saat kesal terhadap pihak yang sebenarnya bisa memberikan keuntungan besar pada Anda. Emosi dapat memicu kegagalan.

 

2. Belajar Mengatasi Emosi

Meski tidak bisa dikendalikan, namun setidaknya Anda bisa mengatasi rasa emosi yang tiba-tiba muncul karena suatu alasan. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, salah satu cara mengatasi emosi yang Anda rasakan yaitu dengan diam. Biarkan emosi mereda terlebih dahulu hingga pikiran Anda kembali jernih yang membuat Anda akhirnya bisa bersikap lebih bijaksana.

Adapun cara lain yang bisa Anda lakukan yaitu dengan bantuan spirit atau khodam. Banyak orang yang menyamakannya dengan arwah, padahal pada kenyataannya keduanya adalah dua hal yang berbeda. Arwah adalah jiwa seseorang yang telah meninggal sedangkan khodam adalah makhluk yang sama-sama diciptakan oleh Tuhan seperti kita namun memiliki dimensi yang berbeda. Meski berbeda dimensi, namun Spirit dan Amulet sangat bisa membantu Anda dalam segala hal, salah satunya mengubah dan memperbaiki sifat Anda yang bahkan sulit dikendalikan oleh diri Anda sendiri seperti rasa emosi. Intinya makhluk yang bisa juga disebut khodam ini mampu membantu Anda untuk bisa mengendalikan emosi dalam diri dengan lebih baik lagi.