Manajemen atau pengelolaan keuangan yang baik selalu disarankan untuk kita agar bisa memanfaatkan uang dengan bijak dan tidak menyesal di kemudian hari (Anti bangkrut). Sering kali orang-orang membuat pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan karena merasa keuangan mereka stabil. Padahal seharusnya ada kesadaran bahwa kondisi dan situasi kehidupan itu bisa berubah dalam hitungan detik. Beberapa waktu lalu ada berita heboh mengenai seorang karyawan swasta yang protes karena gaji normalnya sebesar 20 juta terpaksa mengalami pemotongan sebesar 50% sebagai dampak pandemi Covid-19. Dengan gaji 10 juta, ia megaku harus membayar sejumlah cicilan sebesar 9,5 juta sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sisa uang 500 ribu rupiah.

Dari kasus tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa seharusnya kita setidaknya bisa menyimpan uang selagi kita mampu sebagai tindakan pencegahan untuk menghadapi situasi darurat yang tidak terprediksi di masa depan. Apakah Anda juga pernah merasakan hal yang sama? Pernah ataupun tidak pernah, sebaiknya Anda melakukan tips anti bangkrut berikut untuk menghindari situasi ‘bangkrut’ yang hanya akan membuat Anda merasa menyesal.

 

1. Buat Anggaran Bulanan

Dalam membuat anggran ini, Anda bisa menerapkan metode 5:3:2. Maksudnya yaitu 50% untuk kebutuhan sehari-hari, 30% untuk investasi, dan 20% untuk hiburan. Sebenarnya persentase ini tidak tetap sehingga Anda bisa mengaturnya sesuai dengan prioritas. Namun pastikan bahwa pembagian ketiganya seimbang.

 

2. Gunakan Dompet Digital dengan Bijak

Jangan mudah tergiur dengan banyaknya promo saat melakukan pembelanjaan. Mungkin diskon membuat Anda merasa untung karena biaya yang biasa Anda keluarkan lebih kecil, tapi kenyataannya barang-barang yang Anda beli tidak terlalu dibutuhkan sehingga Anda justru menjadi boros. Seperti cara sebelumnya, batasi juga pengeluaran dari cara pembayaran seperti ini. Pembayaran yang sangat mudah ini hanya akan membuat Anda lebih boros tanpa disadari jika Anda tidak tegas dan disiplin pada diri sendiri.

 

3. Gaji Hanya untuk Kebutuhan Rutin

Biarkan penghasilan rutin bulanan yang selalu Anda terima juga dialokasikan pada kebutuhan rutin. Adapun penghasilan tambahan seperti keuntungan dari bisnis sampingan atau THR yang diberikan setahun sekali bisa digunakan saat ada kebutuhan lain seperti bagi-bagi THR lagi kepada saudara dan keponakan, liburan, atau lebih baik lagi jika diinvestasikan.

 

4. Jangan Biasakan Menggunakan Kartu Kredit

Menggunakan kartu kredit memang dinilai memudahkan, akan tetapi saking memudahkannya, bisa membuat penggunanya keenakan dan terbiasa hidup konsumtif. Alhasil, saat ada tagihan bank Anda malah kewalahan. Lebih baik Anda biasakan untuk melakukan pembayaran dengan kartu debit ataupun secara tunai.

 

5. Investasikan di Spirit / Khodam atau Amulet

Membuat aturan untuk mengelola keuangan memang mudah, namun cara penerapannya yang sulit. Apalagi jika Anda memang sudah terlanjur memiliki pengelolaan uang yang buruk. Spirit khodam memiliki banyak fungsi yang bisa dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan hidup Anda, salah satunya yaitu untuk mengembangkan performa seseorang, menambahkan jalur terang yang berpotensi menambah pemasukan Anda, menghapus jalur buruk yang bisa membuat Anda kehilangan pendapatan dan menambahkan rezeki.

 

Untuk mendapatkan Spirit Khodam atau Amulet ini, Anda bisa langsung berkonsultasi pada kami dan memilih jenis yang diinginkan. Namun jika Anda masih awam ataupun bingung untuk memilih, Anda cukup memberikan informasi mengenai kebutuhan Anda sehingga kami yang akan memilihkan spirit terbaik dan cocok. Anda tidak perlu melakukan ritual ataupun membaca mantra apapun karena kami yang akan menyiapkan dan Anda hanya tinggal menggunakannya secara otomatis. Tak perlu ragu atau khawatir akan kualitas dan keamanan dari pelayanan kami karena kami memberikan jaminan harga tetap dan keamanan privasi bagi klien.