Resign Atau Bertahan Ya? – Bekerja itu tidak ada yang mudah. Ada yang butuh pengorbanan tenaga, ada yang butuh pengorbanan waktu, dan banyak juga yang membutuhkan pengorbanan dari kedua hal tersebut. Belum lagi jika ditempat Anda bekerja banyak hal-hal yang membuat Anda lebih tertekan seperti atasan yang otoriter, rekan yang tidak bisa diajak bekerja sama, pekerjaan yang tidak sesuai dengan passion Anda namun selalu menumpuk setiap harinya, dan masih banyak hal-hal lain yang membuat Anda seakan kehilangan kebahagiaan dan kehidupan sendiri. Di saat seperti itu, mungkin hati Anda menginginkan resign karena tekanan batin yang nampak tiada berujung. Namun di sisi lain pikiran Anda yang rasional meminta Anda untuk bertahan karena mencari pekerjaan itu tidak mudah apalagi di saat kondisi pandemi. Hal ini membuat Anda menjadi galau antara resign atau bertahan.

 

Banyak hal yang bisa Anda pertimbangkan untuk membuat keputusan yang terbaik saat Anda menghadapi perang di dalam diri Anda sendiri. Berikut ini merupakan beberapa di antaranya.

 

1. Persiapan Rencana

Hal pertama yang harus Anda miliki adalah rencana. Banyak orang berpendapat bahwa sebelum seseorang mengambil keputusan untuk resign, seharusnya mereka sudah memiliki pekerjaan lain. Jika belum memiliki pekerjaan pengganti juga setidaknya ada rencana lain misalnya membuka usaha sendiri atau melanjutkan pendidikan baik formal maupun non formal seperti pelatihan bidang / profesi. Hal tersebut tentunya bukan tanpa alasan karena maksudnya agar masa depan yang akan dihadapi pun jelas sehingga hidup Anda yang memutuskan untuk resign tidak berakhir luntang-lantung dan tidak produktif.

 

2. Kondisi Keuangan

Jika Anda belum memiliki pekerjaan pengganti namun tetap memutuskan untuk resign, poin ini sangat penting untuk menjadi bahan pertimbangan berikutnya. Pikirkanlah kembali bahwa Anda harus menghadapi waktu yang tidak bisa diprediksi hingga Anda akhirnya bisa memiliki penghasilan kembali. Dan selama masa tidak bekerja itu, tentunya Anda harus memperhitungkan berapa jumlah uang yang harus dimiliki sebagai pegangan. Jika sudah diperhitungkan dengan baik namun tabungan Anda belum cukup dan hanya akan membuat Anda kehabisan uang di masa mendatang, maka Anda memang harus bertahan hingga kondisi keuangan Anda stabil.

 

3. Lingkungan Kerja

Sebelum memastikan bahwa lingkungan kerja sudah tidak lagi nyaman dan kondusif, setidak Anda harus bisa berusaha terlebih dahulu untuk memperbaiki situasi. Cobalah mengobrol dengan beberapa orang yang Anda pikir bisa membantu Anda dalam mengubah lingkungan kerja menjadi lebih baik lagi. Dan jika hal tersebut akhirnya membuahkan hasil, tentunya Anda perlu membuang niat resign jauh-jauh.

 

4. Kesehatan Mental

Ada kondisi di mana pekerjaan yang digeluti hanya membuat kita sedih, lesu, dan tidak bersemangat. Entah karena sering dimarahi atasan karena pekerjaan yang sering tidak beres dengan baik, gosip kantor, aturan perusahaan yang mengekang, rekan kerja yang bermuka dua, dan lain-lain. Hal ini juga sangat penting untuk diperhatikan karena kondisi mental yang tidak baik akan sangat berpengaruh pada kesehatan seperti daya pikir, kontrol emosi, serta mampu mengganggu sistem kerja organ penting dalam tubuh.

 

Dalam saat-saat dilema antara resign atau bertahan, Anda harus memikirkan baik baik konsekuensi dari keputusan Anda. Jika Anda memilih bertahan, Spirit Khodam dan Amulet dapat membantu Anda lebih nyaman di kantor seperti mencegah supaya Anda tidak terkena PHK maupun menjauhkan orang – orang yang memiliki niat jahat terhadap Anda. Bila Anda memutuskan untuk resign, Spirit Khodam dan Amulet juga mampu mencarikan Anda jalur rejeki baru sehingga Anda bisa cepat mendapatkan pekerjaan dengan lebih cepat. Anda sebaiknya bijak sebelum memutuskan ingin resign atau bertahan. Bijak saat mempertimbangkan segala sesuatu dan bijak dalam mengambil keputusan yang tepat. Anda juga dapat berkonsultasi kepada kami. Kami akan berusaha untuk membantu Anda memilih Spirit Khodam ataupun Amulet yang cocok dengan keputusan Anda nantinya.