Gak ada negara yang siap dalam menghadapi corona. Meskipun begitu, banyak lho hikmah yang bisa diambil dari corona.
Mereka memiliki caranya masing-masing, beradaptasi dengan caranya masing-masing, dan mendapatkan hasil yang berbeda-beda pula.
Tiongkok yang karantina ketat bisa keluar dari krisis lebih awal. Tapi Filipina yang melakukan hal yang sama, gak demikian.
Bagaimana dengan Indonesia? Gak perlu pesimis!
Beruntung loh Anda masih sempat membaca blog ini. Karena artinya Anda masih bisa memprioritaskan ilmu pengetahuan. Well done!
Sekarang sudah banyak korban yang berjatuhan oleh corona (secara langsung dan gak langsung.)
Pandemi ini sama sekali bukan kejadian yang boleh kita lupakan hikmah di baliknya.
Kenapa kita kewalahan menghadapi corona? Bagaimana kita sudah berusaha? Apa yang berubah dari kita?

 

Generasi Terbesar vs Corona

Apa yang menyebabkan milenial, si generasi dengan paling banyak umatnya ini berbeda dari generasi lainnya?
Generasi milenial lahir di masa kejayaan ekonomi dunia. Kejadian seperti nilai mata uang USD yang lepas dari emas, industrialisasi modern, globalisasi dan lainnya memberikan peluang besar kepada banyak negara, termasuk Indonesia.
Meski ada beberapa krisis ekonomi yang terjadi, namun belum sampai status depresi atau krisis berkepanjangan. Berbeda dengan yang dialami generasi seniornya.
Karena mereka selama ini hidup di era yang lebih enak, mereka jadinya memiliki pandangan hidup yang lebih santai dan optimistis terhadap masa depan.
Pandemi ini memaksa mereka untuk menyesuaikan gaya hidupnya seperti fokus menabung, menyiapkan dana darurat, gak konsumtif, dan kerja keras.

 

Kekuatan Gotong Royong

Negara-negara timur memiliki jiwa kolektivisme yang lebih kuat daripada belahan dunia lainnya. Terlebih lagi Indonesia, dengan gotong royongnya.
Sebelumnya sempat surut, kini semangat tolong menolong kembali mekar. Yang mampu membantu yang gak mampu.. Saling mengingatkan.
Seperti donasi-donasi yang jauh lebih gencar dibanding tahun – tahun sebelumnya.. Berbagi makanan, memberi tips lebih kepada ojol, tegas akan protokol kesehatan demi kesehatan bersama.
Kita bisa aman bukan dengan egois, tapi dengan saling peduli.

 

Parno dengan Kotor

Si Rinso dulu sering berkhotbah di TV bahwa “berani kotor itu baik.” Kalau sekarang??
Saat ini kebersihan sudah sinonim dengan kesehatan. Bahkan lebih dari itu – urusan hidup dan mati.
(Bagi beberapa orang, denda dan cibiran masih lebih menakutkan daripada kematian..)
Protokol kesehatan selalu menjadi perhatian utama. Makanan gak lagi hanya soal rasa atau nutrisi, tapi juga kebersihan tempatnya.
Apakah kebiasaan baru ini akan terus terjaga hingga pasca-pandemi? Semoga iya.

 

Mendekati akhir tahun, ada yang merasa waktu terasa sangat lama dan ada yang merasa waktunya dicuri.
Banyak impian yang sirna, hubungan yang putus, dan hidup yang hilang.
Demi mereka yang telah gugur jasmani atau rohani, mari kenang saat ini dengan gak melupakan hikmah yang kita dapat dari pandemi ini.

 

Tetapi, banyak juga lho hidupnya terus berjalan dan gak kepending gegara corona. Banyak yang mencapai impiannya di tahun ini, yang mulai berpacaran dan sedang mempersiapkan pernikahan, dan yang merasa tenang karena orang kesayangaannya sudah terlindungi. Kamu termasuk yang mana? Apa menurutmu kesehatan itu penting? Atau Kamu lebih memilih membuang umur dan ‘mengalah’ dengan sainganmu? Atau Kamu tim cuek yang gak peduli kesehatan dan merasa aman meskipun gak punya Medical Spirit? Jangan gacha pake nyawa sendiri apalagi nyawa orang yang kamu sayangi ya…

 

Jangan lupa untuk selalu menerapkan 4M ya.. Menjaga jarak, Memakai masker, Mencuci Tangan, Medical Spirit.

 

Kalo ada yang mau ditanyain tentang Spirit Khodam, Amulet ataupun yang lain, bisa chat aja ke WhatsApp langung dengan klik tombol WA di bawah sekarang juga. 100% gratis, privasi aman.